Jumat, 31 Januari 2014

SAPROSIN

PENGARUH PENGGUNAAN SAPROSIN
 
DI DALAM PAKAN TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI ITIK MOJOSARI
 
 
Dodik Setiawan
 
0510520011
 
 
Latar Belakang
 
            Pakan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha peternakan itik. Pemilihan bahan pakan yang tepat akan menghasilkan pakan yang mempunyai kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan ternak. Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk pakan itu sendiri mencapai 60-75% dari total biaya produksi. Oleh karena itu, tingginya efisiensi penggunaan pakan harus selalu diusahakan agar peternak memperoleh keuntungan yang ekonomis dan penampilan produksi ternak yang tinggi.
 
            Salah satu bahan pakan yang harganya cukup mahal adalah konsentrat, dimana bahan tersebut merupakan bahan pakan yang sangat penting bagi pakan itik. Mahalnya harga konsentrat juga seringkali tidak sesuai dengan kandungan nutrisi yang dikandungnya, terutama kandungan protein dan energinya. Untuk itu, perlu adanya bahan pakan sebagai bahan penambahan konsentrat yang harganya murah, berkualitas baik, mudah didapat, dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, salah satunya adalah serbuk protein Saprosin.
 
            Saprosin merupakan produk dengan penghasil protein tinggi yang dapat digunakan sebagai alternatif penambahan konsentrat. Kandungan air serbuk protein Saprosin ini rendah yaitu kurang dari 10 %, hal ini menunjukkan bahwa bahan pakan ini tidak mudah rusak. Serbuk protein Saprosin ini didapat dari CV.Nurway Pratama, Malang. Saprosin juga tidak mengandung logam-logam berbahaya seperti Pb, Mn, arsen, Zn dan residu pestisida yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan konsumen.
 
            Itik memerlukan pakan yang berkualitas tinggi untuk menopang pertumbuhannya. Disamping itu keberadaan pakan tambahan sangat diperlukan karena adanya pakan tambahan ini diharapkan dapat meningkatkan penampilan produksi itik. Dalam upaya  menghasilkan produk peternakan yang sehat, maka diperlukan pakan tambahan yang berkualitas baik.
 
 
Rumusan Masalah
 
            Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah sampai berapa banyak tingkat penambahan konsentrat menggunakan SAPROSIN pada pakan terhadap penampilan produksi itik mojosari, yang meliputi konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), konversi pakan, Mortalitas dan Income Over Feed Cost ( IOFC).
 
 
Tujuan Penelitian
 
            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level penggunaan SAPROSIN sebagai penambahan konsentrat pada pakan terhadap penampilan produksi itik mojosari, yang meliputi konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), konversi pakan, Mortalitas dan Income Over Feed Cost ( IOFC).
 
.
 
 
 
Kegunaan Penelitian
 
            Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi peternak dan kajian ilmiah tentang pengaruh level penggunaan SAPROSIN sebagai penambahan konsentrat pada pakan terhadap penampilan produksi itik mojosari, yang meliputi konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), konversi pakan, Mortalitas dan Income Over Feed Cost ( IOFC).
 
.
 
Kerangka Pikir
 
            Kendala dalam mendukung perkembangan peternakan adalah tercukupinya kebutuhan pakan ternak, sehingga perlu diupayakan jenis bahan yang dapat ditambahkan dalam pakan, dengan harga yang tidak terlalu mahal dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi itik.
 
            Serbuk Saprosin juga memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi untuk dijadikan sebagai pakan ternak yang dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah. Informasi mengenai penggunaan Saprosin dalam pakan itik mengenai efeknya terhadap penampilan produksi masih belum ada. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang pengaruh penggunaan Saprosin sebagai penambahan pakan konsentrat terhadap penampilan produksi pada itik Mojosari.
 
 
Hipotesis
 
            Hipotesis dari penelitian ini adalah penggunaan Saprosin sebagai penambahan pakan konsentrat dapat meningkatkan kualitas produksi itik.
 
 
 
Materi dan metode
 
            Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Itik Mojosari periode Layer sebanyak 100 ekor. Pakan perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jagung, Bekatul, Pakan komplit untuk itik periode layer dan Saprosin. Pemberian air minum diberikan secara ad libitum.
 
            Kandang yang digunakan untuk penelitian ini adalah kandang berpetak persegi panjang yang bawahnya di beri litter dari sekam padi sebanyak 20 unit, setiap unit ditempati 5 ekor itik dengan lampu pijar 25 watt di atasnya, yang berfungsi sebagai pemanas dan penerangan. Kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan minum. Peralatan yang digunakan adalah timbangan digital, termometer dan higrometer.
 
            Metode yang digunakan selama penelitian in adalah metode percobaan yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perlakuan yaitu :
 
P0 = Pakan dengan konsentrat tanpa penambahan Saprosin
 
P1 = Pakan dengan konsentrat dengan penambahan Saprosin 2,5%
 
P2 = Pakan dengan konsentrat dengan penambahan Saprosin 5,0%
 
P3 = Pakan dengan konsentrat dengan penambahan Saprosin 7,5%
 
P4 = Pakan dengan konsentrat dengan penambahan Saprosin 10%
 
            Setiap perlakuan terdapat 4 kali ulangan dan terdapat 5 ekor itik periode layer pada masing-masing ulangan.
 
 
 
 
Analisis Statistik
 
            Data yang diperoleh daripenelitian ini dianalisis dengan menggunakan Sidik Ragam dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Apabila ada perbedaan pengaruh diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s (Steel and Torrie, 1992). Adapun model matematika dari RAL menurut Yitnosumarto (1993) adalah sebagai berikut :
 
                                    Y ij  µ + τ i  +  ε ij
 
dengan :          Y ij   = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i ulangan ke-j
 
                        µ    = nilai tengah umum
 
                        τ    = pengaruh perlakuan ke-i
 
ε ij     = kesalahan (galat) percobaan pada perlakuan ke-i ulangan ke-j
 
i         = 1, 2, 3, 4, 5
 
j        = 1, 2, 3, 4
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
 
Marhiyanto, B. 2004. Beternak Bebek Darat Petelor. Gitamedia Press. Surabaya
 
 
Rizal, Y. 2006. Ilmu Nutrisi Unggas. Andalas University Press. Padang.
 
 
Steel, R. G. D dan J. H. Torrie. 1992. Prinsip dan Prosedur Statistika, Suatu Pendekatan Biometri. Pt. Gramedia. Jakarta.
 
 
Suprijatna, E. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta.
 
 
Yitnosumarto, S. 1993. Percobaan, Perancangan, Analisis dan Interpretasinya. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
 
                                   
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

RESAH

Resah yang indah
 
 
Perindu malam yang indah
 
Sang pecinta merajut kasih
 
Cumbuan cinta mengikat kekasih
 
Hati dan jiwa menyatu dalam ikatan kasih
 
 
 
Peri putih membawa kisah
 
Tiga bisikan kata cinta membuat resah yang indah
 
Kebijakan hati menuntun arah
 
Akhir petualangan cinta yang indah
 
 
 
Embun pagi yang suci nan cerah
 
Hatiku yang penuh kerinduan kekasih
 
Bersatu padu dengan sebuah resah
 
Melahirkan rasa kangen yang sejuta indah
 
 
 
 

LANGKAH


 
 
 
Rasa  gundah mengiringi langkahku pagi
 
Perasaanku bercampur padu rasanya
 
Apakah aku dapat melalui hari ini
 
Mentari pagi sinarilah aku dengan cahaya
 
 
 
Langkah kaki semakin lama semakin cepat
 
Denyut jantung berdetak kuat
 
Aku lihat embun pagi yang pekat
 
Jalan langkahku terasa tertutup rapat
 
 
 
Pagi yang suci dengan sinar mentari
 
Memecah masuk embun yang dingin
 
Aku terdiam melihat peristiwa embun pagi
 
Kebesaran illahi robbi telah menuntun
 
 
 
Jalan panjang langkah menuju masa depan
 
Semangat kuat dengan berbagai tantangan
 
Terasa kuat jiwa yang tenang
 
Terukir kata di hati esok pagi  lebih menantang
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Selasa,01/04/2008
 
 
11:31
 
 
“ketulusan hati menuntun insan lebih bijak dan lebih dekat dengan yang menciptakannya”

KALBU

Karsa menaungi rasa
 
Hati hidup bersama cinta
 
Mentari pagi suci bercahaya
 
 
Jiwa melihat rona
 
Kalbu merasa bahagia
 
Hidup laksana surga
 
 
Pujangga mengarang prosa
 
Pecinta memuja tiga kata
 
Cinta  yang terdalam selalu ada